Pengertian Negoisasi dan Peran Pentingnya Negoisasi Bagi Advokat Dengan Klien
Negosiasi
secara umum adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak – pihak
yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda
dan bertentangan.Menurut kamus Oxford, negosiasi adalah suatu cara untuk
mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi formal. Pengertian Negoisasi
seorang advokat dengan seorang klien yaitu suatu proses tawar menawar
antara seorang advokat dengan seorang klien dengan sebuah kesepakatn
bahwa seorang advokat akan menjadi seorang kuasa huku atau orang yang
mewakili kliennya dalam penanganan hokum yang nantinya hal ini tertuang
dalam sebuah klausa-klausa yang akan ditandatangani oleh kedua belah
pihak, baik si advokat ataupun seorang klien.
Negosiasi merupakan suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerjasama dan kompetisi.
Termasuk di dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi,
kerjasama atau memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu. Contoh
kasus mengenai negosiasi, seperti Christopher Columbus meyakinkan Ratu Elizabeth untuk membiayai ekspedisinya saat Inggris dalam perang besar yang memakan banyak biaya atau sengketa Pulau Sipadan-Ligitan – pulau yang berada di perbatasan Indonesia dengan Malaysia – antara Indonesia dengan Malaysia.
Dalam advokasi terdapat dua bentuk, yaitu formal dan informal. Bentuk formalnya,negosiasi sedangkan bentuk informalnya disebut lobi.
Proses lobi tidak terikat oleh waktu dan tempat, serta dapat dilakukan
secara terus-menerus dalam jangka waktu panjang sedangkan negosiasi
tidak, negosiasi terikat oleh waktu dan tempat. Negoisasi ini sangat
penting sekali bagi seorang advokat untuk menyakinkan seorang klien.
Untuk itu Negoisasi dapat juga diartikan sebagai berikut:
- proses tawar-menawar dengan jalan
berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok
atau organisasi) dan pihak lain.
- penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak yang bersengketa.
- langkah untuk membangun kesepahaman terhadap suatu permasalahan.
- pembicaraan antara dua pihak atau lebih
baik individual maupun kelompok untuk membahas usulan-usulan spesifik
guna mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama.
Sedangkan tujuan negoisasi adalah sebagai berikut:
- Mempelajari tawaran klien / seseorang
- Menawarkan suatu solusi permasalahan
- untuk menyelesaikan konflik kepentingan dan permasalahan
Agar seorang
negoisator sanggup menjadi seorang negoisasi yang baik dibutuhkan pula.
Ketrampilan dan wawasan yang luas berikut kami sajikan beberapa sikap
agar menjadi seorang negoisasi yang baik:
Pantang menyerah.
Sering sekali dalam proses negosiasi memakan waktu yang panjang dan
melelahkan. Disini sering terjadi pihak yang lelah akhirnya menyerah.
Sehingga seorang negosiator haruslah kuat dan pantang menyerah. Sering
taktik negosiasi dilakukan dengan membuat prosesnya sangat melelahkan
hingga lawan menyerah.
Komunikatif.
Sikap komunikatif sangat perlu dimiliki oleh seorang negosiator karena
tugas negosiator sangat terkait dengan komunikasi. Dalam kesehariannya,
negosiator didominasi oleh kegiatan perbincangan. Tanpa memiliki
kemampuan melakukan komunikasi yang baik, seorang negosiator tidak
pernah mendapat keberhasilan dan kesuksesan. Teknik komunikasi yang
perlu diperhatikan dalam melakukan negosiasi adalah memulai pembiacaan
dengan tepat, menyesuaikan antara pembahasan dengan lawan bicara, jika
terjadi perbedaan pendapat tidak langsung ditentang namun dilakukan
dengan suatu persetujuan yang diikuti dengan kata tapi, dan bijaksana.
Fungsi komunikasi dalam negosiasi adalah:
- Komunikasi sebagai penyambung gagasan dan mencegah terjadinya kesalahpahaman.
- Komunikasi sebagai pengarah
klien/partner sesuai gagasan yang disampaikan. Agar dapat diarahkan,
komunikasi yang dilakukan haruslah optimal dengan menggunakan kemampuan
komunikasi verbal dan visual (nonverbal).
- Komunikasi sebagai perangsang agar klien / partner memberikan reaksi yang diharapkan yaitu kesepakatan kedua belah pihak.
- Komunikasi sebagai alat untuk
memberikan penghargaan pada klien / partner dengan pengaturan waktu yang
tepat untuk memberikan kesempatan bicara dan apresiasi-apresiasi yang
pantas dan elegan.
Cerdas dan Berwawasan. Kecerdasan
dan wawasan akan membantu negosiator untuk mendapatkan solusi atas
masalah dan keputusan terbaik yang harus diambil. Skill ini sangat
terkait dengan teknik problem solving yang sudah dibahas pada posting
sebelumnya (problem solving). Dalam hal negosiasi, bentuk kecerdasan
juga dapat berupa sikap cerdik (bukan culas).
Selera Humor.
Selera humor berfungsi mempererat ikatan komunikasi dengan klien.
Tawaran yang disampaikan dengan selingan humor akan membuat partner /
klien tidak merasa dipojokkan. Sifat humor juga akan mengurangi
ketegangan saat negosiasi, menjadikan suasana akrab dan santai,
mempermudah mencapai sasaran atau tujuan.
Sikap Positif.
Negosiator adalah pekerjaan yang sangat terkait dengan interaksi.
Sehingga harus ditanamkan bahwa segala yang terjadi memiliki nilai
positif. Bentuk sikap positif dalam negosiasi adalah mendengar dan
berbagi kesempatan dalam berbicara. Sikap positif akan mengarahkan hasil
negosiasi yang positif pula.
Perhatian.
Sikap ini adalah dengan selalu memperhatikan hal-hal yang terjadi pada
klien. Seorang negosiator haruslah memiliki sikap empati kepada klien.
Empati akan membuat klien menjadi merasa didengar, diperhatikan, dan
dirasakan secara mendalam permasalahan yang membelitnya. Saat itu, klien
akan secara refleks akan ikut berempati terhadap tujuan yang diinginkan
oleh negosiator.
Sabar.
Sikap temperamental adalah sikap yang kurang baik. Sehingga jagalah
tingkat emosional ketika berhubungan dengan orang lain. Berfikirlah
positif jika sesuatu hal yang tidak menyenangkan karena itu terjadi
dengan suatu sebab. Anggap saja hal itu sebagai hambatan yang harus
dilewati. Sering terjadi bahwa suatu yang negatif merupakan titik
peluang atau titik memulai strategi negosiasi yang baru dan lebih bagus
karena dilandasi dengan keluhan atau kepribadian atau motivasi klien /
partner. Sikap sabar akan mampu membaca peluang disaat terjadi hal yang
tidak menyenangkan.
Jujur.
Kejujuran adalah hal yang mutlak ada pada seorang negosiator. Hal ini
dikarenakan kebenaran memiliki sifat yang hakiki dimana kebenaran akan
selalu terbukti. Pembuktian kebenaran fakta yang disampaikan oleh
negosiator akan meningkatkan level kepercayaan negosiator. Dengan
dipercaya, tentu akan membawa negosiator lebih mudah melakukan negosiasi
berikutnya dengan klien yang sama. Sehingga kejujuran akan membawa
penerimaan.
Inisiatif dan Kreatifitas.
Seorang negosiator dituntut untuk selalu dinamis dalam menghadapi
setiap persoalan. Oleh karena itu seorang negosiator harus memiliki
sikap inisiatif dan kreatifitas yang tinggi. Sikap ini akan membawa
negosiator untuk mampu secara cepat mengambil keputusan. Sikap ini
terkait dengan syarat kecerdasan yang harus ada karena untuk inisiatif
dan kreatif haruslah cerdas.
Sensitif atau Peka.
Seorang negosiator haruslah peka terhadap situasi dan perubahannya
terkait perkembangan proses negosiasi. Terutama ketika memperhatikan
bahasa tubuh lawan. Hal ini karena umumnya sering terjadi kebohongan
dalam negosiasi, sehingga kepekaan dalam membaca bahasa tubuh menjadi
sangat penting untuk menilai kondisi negosiasi yang sebenarnya.
Berdasarkan pembahasan negoisasi di atas kiranya kita sudah tahu betapa
pentingnya negoisasi dan lobi, karena dengan bernegoisasi semua masalah
akan dapat di selesaikan dengan sistem kekeluargaan, seorang advokat
dapat memberikan penjelasan hukum terkait masalah-masalah yang sedang
dihadapi patnernya.
......SEMOGA BERMANFAAT :)